Anggita Biro Politik Hamas, Saleh Aruri dalam sebuah pernyataan dari Doha Qatar menyebut bahwa kendati pelaku berasal dari kelompoknya, namun Hamas tidak mengetahui soal operasi penculikan itu.
"Ternyata kemudian, bagaimanapun, bahwa mereka adalah anggota Hamas," jelasnya dikabarkan
CNN (Sabtu, 23/8).
Aruri menambahkan, operasi penculikan dan pembunuhan remaja Israel itu tidak disetujui oleh pimpinan Hamas ataupun sayap militernya, Qassam Brigades.
Kasus penculikan itu memicu ketegangan dalam hubungan antara Israel dan Hamas. Israel menyalahkan Hamas atas kasus itu dan menyebut bahwa kelompok itu harus membayar dengan ganjaran yang sesuai.
Ketiga rema Israel itu sebelumnya diketahui hilang sejak tanggal 12 atau 13 Juni di wilayah pemukiman Yahudi Gush Etzion sebelum akhirnya ditemukan tewas di Tepi Barat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: