Demikian informasi dari sumber internal Hamas di Gaza, dikutip dari
BBC. Tindakan keras itu dilakukan setelah serangan udara Israel menewaskan tiga pemimpin senior Hamas pada hari Kamis (21/8). Dua warga sipil lainnya juga tewas dalam serangan Israel.
Sementara para pejabat Hamas mengatakan kepada
Reuters bahwa gelombang eksekusi pertama dilakukan terhadap 11 orang, yang dilakukan di sebuah kantor polisi yang terlantar.
Ada juga saksi mata yang mengatakan tujuh orang ditembak oleh pria berseragam Hamas di luar masjid Al-Umari di Gaza tengah.
Hamas memperingatkan bahwa hukuman yang sama akan dikenakan segera kepada para pengkhianat lain.
"Keadaan saat ini memaksa kami untuk mengambil keputusan tersebut," ujar pejabat Hamas itu.
Gencatan senjata antara Hamas dan militer Israel sudah dicoba beberapa kali namun kerap menemui kegagalan. Sementara pembicaraan di Kairo, Mesir untuk upaya damai yang permanen juga menemui kegagalan.
Hamas bersikeras agar Israel mencabut blokade ekonomi atas Gaza sebagai bagian dari kesepakatan damai jangka panjang.
Di sisi lain, Israel telah bersumpah tak akan berhenti menyerang Gaza sebelum senjata Hamas dan kelompok-kelompok lain di Gaza dilucuti lebih dulu
Selama enam pekan terakhir, lebih dari 2.070 warga sipil Palestina tewas dalam peperangan yang sudah berjalan enam pekan. Di pihak Israel, korban tewas mencapai 67 orang, yang sebagian besar terdiri dari tentara.
[ald]
BERITA TERKAIT: