"Dalam konteks ini kontra-terorisme dan kontra radikalisasi kita merasa bahwa kita bisa bertukar informasi lebih karena ancaman ini jika mereka terwujud akan mempengaruhi semua warga dari semua ras dan semua agama," kata Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dalam konferensi pers yang digelar bersama dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Singapura pada Jumat (22/8).
Bishop menyebut, Australia juga berdiskusi dengan rekanan dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina soal isu tersebut.
"Bila pejuang asing itu kembali ke Australia, ke wilayah kita, mereka akan menghadapi ancaman," kata Bishop dikutip
Asia One.
Australia mencatat ada sekitar 150 warga negaranya yang ikut dengan kelompok ekstrimis untuk berjuang di luar negeri. Sementara itu Singapura menyebut ada dua warga negaranya ikut berperang di Suriah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: