Dalam sebuah wawancara yang dikutip
Asia One pada Sabtu (16/8), ia menyebut, ISIS juga menjadi ancaman bagi negaranya sendiri, Lebanon.
"Di sini kita tinggal, bila pertempuran terjadi pada kita, di sini kita bertempur dan kita akan menjadi martir," kata Nasrullah dalam perayaan delapan tahun perang satu bulan melawan Israel.
Ia menambahkan, pergerakan ISIS dapat semakin meluas mengingat mudahnya perekrutan anggota dari negara-negara Arab di mana ideologi ekstrim masih ada.
"Ini adalah apa yang dikhawatirkan setiap orang, dan yang seharusnya dikhwatirkan setiap orang," sambungnya.
"Bahaya ini tidak mengenai Syiah, Sunni, Muslim, Kristen, Druze, Yazidi, Arab, ataupun Kurdi. Monster ini tumbuh dan semakin membesar," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: