Bentrokan itu terjadi setelah puluhan pendukung itu mendirikan barikade di luar rumah Aristide dan membakar ban karena khawatir PBB akan menangkap Aristide.
BBC pada Jumat (15/8) mengabarkan, Aristide sendiri diketahui menghadapi tuduhan pencucian uang, korupsi, dan perdagangan narkoba, namun pendukunganya menyebut tuduhan itu bermotif politik. Padahal pekan ini hakim telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Aristide.
Pasukan PBB menembakkan granat asap demi membubarkan para pengunjuk rasa setelah mobil yang membawa staf PBB diserang.
"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tim keamanan PBB menyelamatkan dua staf PBB, dan kemudian pasukan penjaga perdamaian membersihkan pengunjuk rasa dan barikade mereka, serta mengambil kendaraan PBB dengan menggunakan granat asap dan kendaraan lapis baja," kata seorang pejabat PBB.
Aristide merupakan presiden pertama yang dipilih secara bebas di Haiti setelah 200 tahun merdeka. Namun ia digulingkan menyusul pemberontakan yang terjadi pada tahun 2004.
Ia menghabiskan tujuh tahun di pengasingan di Afrika Selatan sebelum akhinrya kembali ke negara itu pada tahun 2011.
Sejak tahun 2004, lebih dari 10 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB dikerahkan untuk memulihkan ketertiban di negara itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: