"Beberapa saat lalu, dua roket ditembakkan dari Gaza yang menyerang wilayah selatan Israel. Teroris telah mencederai gencatan senjata," kata keterangan dari Pasukan Pertahan Israel (IDF) dikabarkan
CNN.
Belum jelas bagaimana Israel menanggapi serangan roket itu. Israel sendiri kendati telah menarik pasukan darat keluar dari wilayah Gaza sejak gencatan senjata 72 jam sejak Selasa (6/8), tetap mempertahankan posisi defensif di seluruh wilayah tersebut.
Gencatan senjata yang berakhir pada pukul 8 pagi waktu setempat itu dimanfaatkan bagi delegasi dua negara untuk melakukan negosiasi di Kairo Mesir demi menemukan solusi lebih permanen atas konflik terbuka yang terjadi sejak sebulan terakhir di tanah Gaza itu. Konflik itu telah menelan hampir dua ribu jiwa warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil.
Namun belum ada kemajuan yang signifikan atas pertemuan damai itu. Pasalnya kedua belah pihak memiliki pandangan yang berbeda soal perdamaian di Gaza. Di satu sisi Israel menuntut Hamas melucuti terlebih dahulu senjatanya. Di sisi lain Hamas menuntut agar Israel membuka blokade perbatasa Rafah yang membatasi aliran orang dan barang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: