Sepanjang pembicaraan yang digelar kemarin (Rabu, 6/8), kedua negara belum juga menemukan kesepakatan damai untuk dapat memperpanjang gencatan senjata.
Israel masih menuntut Hamas untuk melucuti senjata dan berhenti mengirimkan roket. Namun di sisi lain Hamas ingin Israel terlebih dahulu mengakhiri blokade dan membuka kembali perbatasan Palestina dengan Rafah.
Di tengah diskusi, seorang sumber diplomatik Jerman menjelaskan kepada
CNN bahwa usulan untuk membuka kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir juga merupakan bagian dari misi Uni Eropa. Ia menyebut, Uni Eropa juga menggelar operasi serupa untuk bisa membuka kembali perbatasan Rafah selama tahun 2005-2007.
Amerika Serikat sendiri mengaku mendukung pembicaraan damai yang dilakukan di Kairo hingga saat ini. Presiden Barack Obama mendorong agar solusi damai dapat tercipta dan gencatan senjata yang lebih permanen dapat dibentuk.
"Saya tidak memiliki simoati dengan Hamas. Saya memiliki simpati yang besar pada warga biasa yang berjuang di Gaza," kata Obama.
Pembicaraan di Kairo digelar di tengah gencatan senjata atas nama kemanusiaan yang dilakukan di Gaza selama 72 jam mulai Selasa pagi (5/8) lalu. Pada masa gencatan senjata itu, tidak satupun seranghan baik dari pihak Israel ataupun Hamas terjadi.
Masa gencatan senjata itu dimanfaatkan untuk melakukan negosiasi agar perdamaian yang lebih permanen dapat terbentuk dan mengakhiri konflik yang terjadi sejak hampir sebulan terakhir. Konflik itu telah menelan hampir dua ribu warga sipil Palestina.
[mel]
BERITA TERKAIT: