Rekan yang melakukan perjalan dengannya menyebut bahwa pada 4 Mei lalu, Fowle melakukan hal itu usai makan malam dan minum di kota industri besar di pantai timur Korea Utara, Chongjin.
Ia dikabarkan meninggalkan Alkitab bilingual Inggris-Korea tersebut ketika hendak meninggalkan klub. Di dalam Alkibat itu, Fowle menuliskan nama dan nomor telepon dirinya, serta menyelipkan foto diri dan keluarganya di antara halamannya.
Tiga hari kemudian, Fowle ditangkap di bandara ketika menunggu jadwal penerbangan yang akan membawanya keluar dari Korea Utara.
Dikabarkan
Reuters, Fowle dan sesama turis Amerika Serikat yang ditangkap pada bulan April tahun ini atas kasus berbeda, Matthew Miller akan segera diadili. Mereka meminta bantuan pemerintah Amerika Serikat untuk membantu proses pembebasan mereka.
Dalam sebuah surat, Fowle menyebut bahwa dirinya ditangkap karena sengaja meninggalkan Alkitab tersebut. Namun belum jelas mengapa ia melakukan hal tersebut. Namun ia berdalih hal itu dilakukannya agar seseorang bisa membaca Alkitab tersebut.
Chongjin dikabarkan merupakan salah satu kota paling sensitif di Korea Utara bagi wisatan.
[mel]
BERITA TERKAIT: