Bantahan itu disampaikan Brigade Al Qasam, sayap militer Hamas, setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyerukan pembebasan Hadar sebagai prasyarat bagi pembicaraan gencatan senjata lebih lanjut.
Dikutip dari
Al Jazeera dan
BBC, sayap militer itu hanya mengatakan bahwa mereka kehilangan kontak dengan beberapa pejuangnya dan mungkin saja Hadar Goldin telah tewas.
"Kami tidak tahu tentang di mana tentara Israel atau apa situasinya. Kami kehilangan kontak dengan kelompok yang membuat misi bunuh diri di dekat Rafah setelah hal itu dilakukan," kata kelompok itu.
Isu penangkapan itu jadi alasan berakhirnya rencana gencatan senjata 72 jam hanya beberapa jam setelah dimulai pada pukul 08.00 Jumat kemarin.
Obama keluarkan nada tudingan ke Hamas atas gagalnya gencatan senjata. Menurut dia, Hamas harus menunjukan keseriusan ingin mengakhiri kekerasan.
"Warga sipil tak berdosa terjebak dalam baku tembak harus membebani hati nurani kita," katanya.
Serangan udara Israel berlanjut sampai dini hari tadi, dengan korban lebih dari 100 warga Palestina yang tewas.
Militer Israel mengatakan Hadar Goldin hilang ketika tentaranya, yang dua di antaranya tewas, diserang ketika mencoba untuk menghancurkan terowongan Hamas di Gaza selatan.
[ald]
BERITA TERKAIT: