Di antara korban tewas tersebut, empat di antaranya merupakan petugas pemadam kebakaran yang tengah berupaya melakukan upaya penyelamatan dan memandamkan api.
Selain itu di atantara korban luka-luka, 22 di antaranya merupakan pekerja darurat.
Namun dikabarkan
CNN, pemerintah setempat masih belum mengetahui berapa jumlah orang hilang dalam kejadian tersebut.
Beberapa jam sebelum ledakan terjadi, pihak berwenang melakukan penyelidikan laporan soal kebocoran gas di distrik Cianjhen itu. Laporan kebocoran itu muncul setelah kebakaran berkobar sepanjang Kamis malam (31/07) hingga akhirnya menyebabkan ledakan besar pada Jumat pagi tadi.
Karena besarnya kekuatan ledakan, bangunan serta kendaraan yang berada di atas jalur gas mengalami kerusakan. Bahkan ada sebuah mobil yang ditemukan ada di atap sebuah gedung berlantai tiga akibat terdorong ledakan. Selain itu ada juga dua orang yang ditemukan terdorong ke atap gedung berlantai empat akibat ledakan gas. Kedua korban itu segera dilarikan ke rumah sakit.
Menyusul kejadian, sejumlah distrik di dekat lokasi kejadian terpaksa menutup sekolah dan perkantoran hari ini demi memfasilitasi upaya penyelamatan dan tempat penampungan darurat.
[mel]
BERITA TERKAIT: