Dalam pidato menyambut hari raya Idul Fitri awal pekan ini, Arinc menyebut bahwa wanita harus memiliki kesucian dan seharusnya tidak tertawa di hadapan semua orang untuk melindungi perilaku dan kehormatannya.
Menanggapi pernyataan tersebut, organisasi perempuan Turki mengajukan aduan pidana terhadap Arinc. Bukan hanya itu, wanita Turki yang menentang hal tersebut menunjukkan protesnya melalui Twitter.
Menyusul aksi protes yang bermunculan, Arinc justru balas mengkritik media. Ia menyebut bahwa media memotong pernyataannya. Arinc berdalih, pada saat itu ia menyebut bahwa baik wanita maupun pria seharusnya menjaga diri dari perilaku tidak etis di depan publik.
"Beberapa orang mengkritik saya dengan mengambil hanya sebagian dari pidato saya yang berdurasi satu setengah jam," kata Arinc.
"Saya yakin saya telah membuat pernyataan bermanfaat. Bila saya hanya bicara bahwa wanita seharusnya tidak tertawa, maka saya membuat sesuatu yang tidak rasional. Namun pernyataan saya adalah soal tata krama dan moral," tandasnya seperti dikabarkan
Arab News.
[mel]
BERITA TERKAIT: