Dipastikan oleh kepolisian Korea Selatan bahwa sesosok mayat yang ditemukan pada 12 Juni lalu di sebuah ladang plum yang terletak di selatan kota Suncheon merupakan jasad seorang miliarder berusia 73 tahun pemilik perusahaan Chonghaejin Marine Co yang mengoperasikan kapal feri Sewol, yakni Yoo Byung-eun.
"Dari contoh DNA yang diambil dari jasad yang telah membusuk cocok dengan Yoo," kata kepala kepolisian di Sucheon, Woo Hyung-ho (Selasa, 22/7).
Selain DNA, jelasnya, sidik jari dari jasad tersebut juga dipastikan cocok dengan Yoo.
Ia menambahkan bahwa DNA yang diambil pada jasad tersebut juga cocok dengan DNA dari kakak kandungnya, Yoo Byung-ill.
Woo mennjelaskan bahwa penyebab kematian Yoo hingga saat ini belum dapat dipastikan.
"Tidak ada tanda-tanda permainan kotor," kata Woo dikabarkan media setempat,
Yonhap.
Pada saat ditemukan, jasad berbaring menghadap ke atas dan mengenakan baju hangat musim dingin serta topi. Di dekatnya ditemukan beberapa botol kosong minuman beralkohol dan botol kosong produk minyak hati ikan hiu.
"Kami percaya bahwa analisis forensik yang lebih rinci dan otopsi kedua yang akan dilakukan oleh Dinas Forensik Nasional akan menjelaskan rincian lain seperti penyebab kematian," kata Woo lagi sambil menambahkan bahwa jasad Yoo telah dipindahkan dari Suncheon ke Layanan Forensik Nasional di Seoul.
Yoo diketahui menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal feri Sewol yang menelan 294 orang korban jiwa.
Jaksa menduga bahwa korupsi oleh Yoo dan keluarganya mengakibatkan praktek-praktek keselamatan atas kapal tersebut menjadi longgar, seperti muatan yang berlebih hingga memicu terjadinya tragedi tersebut.
Pihak berwenang sendiri telah mengiming-imingi uang masing-masing sebesar 500 juta won dan 100 juta won bagi orang yang memapu memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Yoo serta anak tertuanya, Dae-kyun.
[mel]
BERITA TERKAIT: