"Kota-kota di masa lalu dibangun di tepi sungai. Mereka kini di bangun di sepanjang jalan raya. Tapi di masa depan mereka akan dibangun berdasarkan keterseidaan jaringan serat optik dan infrastruktur generasi berikutnya," kata Modi dikabarkan
CNN (Senin, 21/7).
Modi menilai, membangun kota-kota baru merupakan cara untuk berurusan dengan populasi urbanisasi yang tumbuh pesat di negara itu. Terlebih India harus bersaing dengan China yang telah terlebih dahulu membangun kota pintar dari kebijakannya sendiri.
Pekan lalu, pemerintah Modi mengumumkan investasi senilai 1.2 miliar dolar AS untuk pembangunan kota pintar sepanjang tahun depan. Dana tersebut masih mungkin akan bertambah dari investor swasta dan luar negeri.
Sejumlah proyek kota pintar telah mulai dikerjakan, termasuk di negara bagian Gujarat.
Kendati tidak memiliki pengertian secara spesifik, namun kota pintar merujuk pada penggunaan teknologi informasi di perkotaan untuk memecahkan masalah urban. Hal itu mencakup penggunaan teknologi dalam memantau level air, penggunaan energi, arus lalu lintas, dan kamera keamanan. Bisa juga mencakup penggunaan aplikasi yang dapat membantu penduduk untuk mengarahkan kemacetan, laporan jalan berlubang, atau menggunakan hak pilihnya.
India bukan satu-satunya negara yang menyuarakan pembangunan kota pintar. Negara-negara seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan China telah terlebih dahulu menanamkan dananya demi pembangunan kota pintar.
Modi yang baru menduduki kursi Perdana Menteri sejak Maret lalu itu belum menyebutkan secara lebih spesifik mengenai kapan dan di mana saja 100 kota pintar tersebut akan dibangun.
[mel]
BERITA TERKAIT: