Dikabarkan Russia Today (Minggu, 20/7), undang-undang yang disahkan pekan lalu itu membuat Bolivia menjadi negara Amerika Latin pertama yang melegalkan pekerja anak.
Peraturan itu telah diluluskan di kongres Bolivia awal bulan ini dan kemudian ditandatangani oleh Wakin Presiden Alvaro Garcia Linera pekan lalu.
Di bawah undang-undang tersebut, anak berusia 10 tahun diperbolehkan bekerja secara legal mulai pukul 14.00 hingga 10.00 selama mereka tetap bersekolah dan mendapatkan ijin dari orang tuanya. Sementara itu anak yang berusia di atas 12 tahun diperbolehkan untuk mengambil kerja kontak dengan pengawasan orang tua dan tetap bersekolah.
Pemerintah berdalih peraturan tersebut diambil karena tidak alternatif lain bagi masyarakat Bolivia yang setengah populasinya miskin dan sebagian besar penduduk remajanya harus bekerja. Dengan pekerja anak, maka diharapkan dapat membantu meringankan beban keuangan banyak keluarga.
"Pekerja anak sudah ada di Bolivia dan sulit untuk melawannya. Daripada menganiaya itu, kami ingin melindungi hak-hak dan menjamin keamanan tenaga kerja anak," kata salah seorang senator, Adolfo Mendoza.
Mendasarkan data dari UNICEF, saat ini ada lebih dari 50 ribu anak uang sudah bekerja untuk membantu keuangan keluarga di Bolovia. Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh organisasi buruh internasional atau ILO pada tahun 2008 menemukan ada sekitar 850 ribu anak antara usia lima hingga 17 tahun yang bekerja di negara tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: