Topan Rammasun itu juga menyebabkan perpohonan serta tiang listrik tumbang. Akibatnya terjadi pemadaman listrik total di sejumlah wilayah yang tersapu topan.
Bukan hanya itu, topan juga membuat pasar, perkantoran, dan sekolah terpaksa ditutup.
Rammasun yang dalam bahasa lokal dikenal juga sebagai Glenda memiliki kecepatan sekitar 185 km per jam.
"Angin sangat kuat, lebih kuat dari hujan. Ini adalah sesuatu yang saya tidak pernah alami di masa lalu," kata Wakil gubernur Provinsi Batagas Mark Leviste dalam sebuah wawancara radio seperti dikabarkan
Al Jazeera.
Akibat bencana tersebut, lebih dari 60 penerbangan internasional dan domestik juga dibatalkan selama kurun waktu dua hari terakhir.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: