Selain itu, lima orang lainnya juga mengalami luka parah setelah tiga rudal Israel meratakan sebuah pusat rehabilitasi penyandang cacat. Para saksi mata mengungkapkan, rudal dilancarkan dari jet tempur F16 dan menghantam bangunan berlantai dua tersebut.
Belum diketahui pasti alasan penyerangan terhadap bangunan yang terletak di Jalur Gaza utara tersebut.
Namun, Israel sebelumnya mengumumkan bahwa lembaga-lembaga, rumah-rumah militan, dan gerakan sayap bersenjata Hamas menjadi target dalam serangannya.
Meski demikian, belum ada informasi mengenai apakah pusat rehabilitasi penyandang cacat itu milik Hamas atau bukan.
Para penduduk di Gaza menyebut bahwa serangan udara Israel di pusat rehabilitasi penyandang cacat adalah serangan terparah sejak awal Israel melakukan aksi anarkisnya di Jalur Gaza pada 8 Juli lalu.
Sementara itu, saat dimintai keterangan, jurubicara Angkatan Darat Israel, Avichay Adre'I mengatakan bahwa pihaknya belum memiliki informasi yang akurat mengenai penargetan pusat rehabilitasi penyandang cacat.
"Semua tahu kalau Angkatan Udara kami menargetkan Hamas," begitu kata Adre'I dikutip dari
Xinhua (Minggu, 13/7).
[wid]
BERITA TERKAIT: