"Sebuah konstitusi baru yang dalam perjalanan menuju Turki baru akan menjadi salah satu prioritas kami jika terpilih sebagai presiden. Sebuah konstitusi baru berarti masa depan yang baru," kata Erdogran di Istanbul pada Jumat (11/7).
Erdogan menilai, dengan mengubah konstitusi dapat memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada presiden. Saat ini, peran presiden di Turki hanya sebatas peran seremonial.
Dikabarkan
Al Jazeera, Ia menetapkan empat prioritas bagi Turki menuju tahun 2023, yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya negara Turki modern oleh Mustafa Kemal Ataturk.
Keempat prioritasnya adalah memajukan demokrasi, memastikan normalisasi politik dan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sosial dan menjadi negara yang masuk dalam daftar 10 besar negara dengan perekonomian terbesar dunia.
Selain itu, Erdogan juga meluncurkan dokumen yang disebut dengan "Jalan Menuju Turki yang Baru" yang ia klaim merupakan peta jalan menuju pencapaian tujuan itu.
Erdogan juga menambahkan, jika terpilih sebagai presiden ia akan menjadi pihak yang mendukung proses perdamaian dengan pemberontak Kurdi.
[mel]
BERITA TERKAIT: