Begitu bunyi pernyataan terbaru yang dilansir oleh kelompok hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) seperti dikabarkan
BBC pada Sabtu (12/7).
Ratusan orang yang dieksekusi mati tersebut seluruhnya berasal dari kelompok ekstrimis Sunni Islamic State in Iraq and Levant (ISIL).
HRW menyebut, sebagian besar eksekusi terjadi ketika pasukan Irak berupaya menghadang atau mengusir pasukan ISIL di setidaknya enam wilayah di Irak, yakni Mosul, Tal Afar, Baquba, Jumarkhe, Rawa dan Hilla.
"Pembunuhan massal dapat menjadi bukti kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan, dan tampaknya pembunuhan balas dendam atas kekejaman ISIL terjadi," kata keterangan HRW.
Sementara itu, wakil direktur HRW Timur Tengah Joe Stork menyebut, dunia mecela tindakan ISIL namun menutup mata atas pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah.
HRW menyebut, jumlah eksekusi tersebut didokumentasikan berdasarkan wawancara dengan saksi mata dan para pejabat.
[mel]
BERITA TERKAIT: