"Kementerian minyak mengutuk keras penyitaan dan kontrol minyak mentah di ladang minyak Kirkuk dan Bey Hassan pagi ini oleh kelompok-kelompok pasukan Peshmerga Kurdi," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Dua ladang minyak utama Irak itu secara keseluruhan dapat memproduksi sekitar 400.000 barel minyak mentah setiap harinya.
Otoritas Kurdi sendiri belum memberikan tanggapan atas tudingan Irak tersebut.
Namun dikabarkan
AFP, tuduhan Irak tersebut membuat ketegangan semakin meningkat antara Irak dan kelompok Kurdi.
Sebelumnya pada Kamis (10/7), Kelompok Kurdi menyebut bahwa Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki tidak pantas menjalankan negara setelah melemparkan tudingan bahwa kurdi menyembunyikan kelompok militan di wilayah otonominya.
"Kementerian minyak sangat memperingatkan wilayah Kurdistan atas bahaya perilaku yang tidak bertanggung jawab ini yang melanggar konstitusi dan kekayaan nasional, serta mengabaikan otoritas federal dan mengancam persatuan nasional," lanjut pernyataan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: