Wanita bernama Hajrija Selimovic menguburkan jasad suaminya serta dua anak laki-lakinya di pemakaman khusus yang disediakan bagi korban pembantaian terburuk yang pernah terjadi di Eropa sejak Perang Dunia II.
Anggota keluarga Selimovic yang dikuburkan itu hanya tiga dari sekitar delapan ribu pria Muslim yang tewas ketika pasukan Serbia menyerbu kota Srebrenica di Bosnia timur pada 11 Juli 1995.
Pada saat itu, dikabarkan
Associated Press, wilayah Srebrenica berada dalam perlindungan PBB. Namun pasukan PBB tidak memberikan perlawanan ketika Serbia menyerbu dan mengumpulkan ribuan pria muslim untuk dibunuh dan dikubur secara massal. Pengadilan Internasional resmi memberi label kejadian tersebut sebagai genosida.
Pasca kejadian tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada saat itu, Madeleine Albright memberikan foto satelit terkalit lokasi kuburan massal kepada Dewan Keamanan PBB. Sejak saat itu, kuburan mulai digali dan dilakukan identifikasi untuk mengetahui identitasnya.
Hingga saat ini sudah sekitar 6.066 korban genosida berhasil diidentifikasi dan dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
[mel]
BERITA TERKAIT: