Pasalnya, menurut pejabat Prancis terdapat setidaknya dua atau tiga pemuda Muslim yang meninggalkan Prancis setiap hari untuk bergabung dengan kelompok-kelompok ekstrimis Islam di luar negeri.
Jika dibiarkan. Prancis khawatir hal itu akan menciptakan ancaman bagi negara tersebut ke depannya.
Koordinator kontra terorisme Uni Eropa, Gille de Kerchove menyebut bahwa menteri dalam negeri sembilan negara Uni Eropa telah mengadopsi sebuah rencana aksi untuk mengidentifikasi orang-orang yang bepergian ke Suriah dan menghentikan potensi terorisme. Salah satu caranya adalah dengan membatalkan paspor bila ada indikasi terorisme.
Kesembilan negara itu, dikabarkan
CNNÂ (Rabu, 9/7), adalah Belgia, Perancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, Denmark, Swedia dan Belanda.
Sementara itu dalam usulan larangan yang akan diterapkan Prancis, Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dimungkinkan untuk menerapkan larangan perjalanan selama enam bulan kepada individu yang diidentifikasi oleh intelejen berencana melakukan perjalanan ke dua negara tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: