Merkel menilai, bila benar pria tersebut menyalurkan data kepada intelejen Amerika Serikat, maka hal itu merupakan kontradiksi yang tidak seharusnya terjadi antar mitra kerjasama.
Penegasan itu disampaikan Merkel dalam konferensi pers yang digelar pada kunjungannya ke Beijing untuk mengawasi penandatangan perjanjian yang melibatkan divisi helikopter Airbus Group NV yang menjual 100 pesawat kepada perusahaan China (Senin, 7/7).
Perlu diketahui, pada Jumat (5/7), Jerman memanggil duta besar Amerika Serikat di Berlin untuk meminta konfirmasi soal penangkapan pria yang diduga merupakan intelejen. Pria berusia 31 tahun yang bekerja di badan intelejen luar negeri Jerman atau Bundesnachrichtendienst (BND) itu diduga menjadi agen intelejen ganda bagi Amerika Serikat.
Kasus tersebut menambah ketegangan hubungan bilateral antara Jerman dan Amerika Serikat terutama pasca isu penyadapan komunikasi pada telepon Merkel yang dilakukan oleh badan intelejen Amerika Serikat National Security Agency (NSA).
Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, dikabarkan
Reuters, sejauh ini belum mengomentari penangkapan pria tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: