Dalam pertemuan putaran keenam tersebut sejumlah delegasi dari Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Tiongkok, Rusia, Inggris dan juga Iran hadir.
Mereka memiliki kurang dari tiga minggu untuk mencoba menemukan kata sepakat terkait masa depan program nuklir Iran dan masalah lainnya. Pasalnya, berdasarkan perbincaraan putaran sebelumnya, Iran dan enam negara kekuatan dunia itu telah sepakat untuk menghasilkan resolusi dan kesepakatan bersama soal nuklir Iran pada batas waktu 20 Juli mendatang.
Dalam pertemuan, Amerika Serikat yang telah memberlakukan sanksi terhadap Iran tetap bersikukuh pada pendapatnya bahwa program nuklirnya dirancang untuk memproduksi senjata. Namun Iran membantah dan mennyebut program itu hanya untuk produksi listrik dan proyek-proyek damai lainnya.
Iran bahkan menyebut bahwa program nuklir dijalankan untuk mengancam stabilitas regional hanyalah isu yang dihembuskan oleh Israel.
Dalam sebuah rekaman yang diunggah di situs Youtube pada Rabu (2/7), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyampaikan pesan dan menegaskan bahwa program nuklir damai negaranya akan tetap dijalankan.
[mel]
BERITA TERKAIT: