Penundaan tersebut, menurut komisi pemilihan independen Afganistan atau IEC dilakukan di tengah tuduhan manipulasi hasil yang mengancam keselamatan negara.
Menurut keterangan anggota IEC, Sharifa Zurmati Wardak, suara dari dua ribu TPS yang diambil dalam pemilihan umum 14 Juli lalu harus ditinjau ulang.
"Ini akan membutuhkan waktu sektar seminggu dan hasil akhir tidak akan diumumkan pada waktu itu," kata Wardak.
Diketahui, pemilu presiden Afganistan putaran kedua mempertemukan mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah dan mantan ekonom Bank Dunia Ashraf Ghani sebagai pesaing.
Pemilu tersebut digelar untuk menandai perpindahan kekuasaan secara demokratis untuk pertama kalinya dalam sejarah Afganistan.
Pejabat senior PBB, dikabarkan
Reuters menyebut penundaan itu dilakukan ditengah tudingan Abdullah yang menyebut rivalnya telah melakukan kecurangan amssal dalam pemilu.
[mel]
BERITA TERKAIT: