Ketua Komisi Pemilihan Umum Libya, Emad Al-Sayeh menyebut pihaknya tengah mempersiapkan pemungutan suara yang akan digelar tanggal 25 Juni mendatang, baik dari segi logistik maupun pelatihan stafnya.
Hal itu sekaligus dilakukan untuk membantah keraguan para diplomat asing di Tripoli yang pesimis pemilu dapat digelar hanya dengan persiapan selama satu bulan.
Diketahui bahwa pemerintah dan parlemen Libya mengalami jalan buntu di mana milisi dan kelompok suku memecah kekuasaan di sejumlah bagian negara.
Menindaklanjuti masalah perebutan kekuasaan tersebut, KPU Libya segera memutuskan untuk melakukan pemungutan suara cepat. Padahal diplomat-diplomat asing di Libya menyebut penyelenggaraan pemilu membutuhkan waktu persiapan beberapa bulan.
"Komisi telah menyelesaikan persiapan akhir pemilu," kata Sayeh seperti dikutip
Reuters (Rabu, 18/6).
Ia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan 1.601 tempat pemungutan suara di seluruh Libya. Sedangkan daftar pemilih tetap yang terdaftar sebanyak 10.087 orang.
Dalam pemilu tersebut, sebanyak 1.628 caleg akan bersaing memperebutkan 200 kursi DPR. Sebanyak 32 kursi di antaranya diperuntukan untuk perempuan.
[mel]
BERITA TERKAIT: