Ketiganya ditangkap di sebuah kompleks Gereja Baptis Injili di Anseong, sebelah selatan dari ibu kota Seoul setelah sekitar 4 ribu pasukan pengamanan dikerahkan untuk menyisir lokasi kompleks.
Dalam operasi penangkapan tersebut, seperti dikuti
Yonhap, ratusan pengikut gereja sempat memblokade jalan karena menilai bahwa gereja tidak berkaitan dengan kasus tersebut. Namun pada akhirnya operasi penangkapan dapat berjalan lancar.
Untuk diketahui, Yoo merupakan pemilik dari perusahaan Chonghaejin Marine Co yang merupakan operator kapal feri Sewol yang tenggelam pada 16 April lalu.
Sejak tragedi yang menewaskan hampir 300 orang itu, Yoo diketahui menghilang. Ia menjadi buronan karena dijerat tuduhan serangkaian korupsi dan penyimpangan yang menyebabkan praktik-praktik keselamatan kapal menjadi longgar yang berujung pada tragedi tersebut.
Tim jaksa dan polisi pertama kali melakukan upaya penangkapan Yoo dan putera tertuanya Dae-kyun yang juga diduga terlibat dalam kasus tersebut pada 21 Mei lalu. Namun upaya tersebut gagal karena keduanya tidak berhasil ditemukan.
Sebagai upaya peningkatan pencarian, Jaksa mengumumkan sayembara dengan memberikan imbalan sebesar 500 juta won bagi orang yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Yoo, dan imbalan 100 juta won bagi informasi terkat Dae-kyu.
[mel]
BERITA TERKAIT: