Pemuda yang di dalam rekaman itu duduk di atas tanah gurun membelakangi perumahan di dalam kamp mengajak kawan-kawannya, sesama pemuda Sahrawi untuk menghentikan eksploitasi yang dilakukan elit Polisario.
Menurut Direktur
Laayoune TV, Mohamed Laghdaf, seperti dikutip
Moroccan Times, siaran itu menjadi buah bibir di kalangan penghuni kamp pengungsi.
Pemuda yang di dalam rekaman video itu menutup wajahnya dengan kain mengatakan dia dan pengungsi Sahrawi lainnya menjalani hidup kelaparan, diabaikan dan ditekan oleh penguasa.
"Sementara elit Polisario menggunakan semua bantuan kemanusiaan untuk kepentingan mereka," ujarnya.
"Pemerkosaan adalah kejadian yang biasa di Tindouf. Semua penghuni kamp tahu," sambungnya. Sebelumnya ia juga menyebut kasus pemerkosaan yang dialami seorang wanita. Sang pemerkosa adalah Menteri Pertahanan Polisario.
Dia juga mengatakan pemimpin Polisario tidak mau mencari jalan keluar untuk mengkahiri penderitaan pengungsi.
"Tentu saja, mereka hidup di rumah mewah mereka di Mauritania, Spanyol dan Aljazair. Sementara kami setiap hari hidup di neraka," kata dia lagi.
Adapun Laghdaf menolak membuka jatidiri pemuda Sahrawi yang berbicara dalam video berdurasi 1 jam 50 menit itu.
"Kami menggunakan metode yang ketat untuk memeriksa dan memverifikasi keaslian dari setiap video yang kami terima, hal-hal yang dibutuhkan dengan bantuan dari jaringan yang luas," ujarnya.
Menurut
Laayoune TV, pihak Polisario menahan banyak pemuda setelah pernyataan pemuda misterius itu disiarkan di Tindouf.
"Pemimpin Polisario khawatir dengan pembentukan sayap militer di dalam kamp yang selama ini mereka kira mereka kontrol," demikian Laghdaf.
[mel]
BERITA TERKAIT: