Ia dijadwalkan tiba hari ini di Yordania akan segera mengunjungi Amman. Di kota tersebut, ia akan merayakan Misa di stadium dan kemudian bertemu dengan pengungsi Suriah di negara tersebut.
Selain Yordania, seperti dikutip
BBC, Paus Francis juga akan mengunjungi Israel dan Palestina.
Tujuan resmi kunjungan tersebut adalah untuk memperbaharui hubungan dengan gereja Orthodox. Namun sejumlah pengamat menyebut bahwa Paus Francis juga menggunakan pengaruhnya untuk mencoba meredakan ketegangan yang kembali terjadi antara Israel dan Palestina.
Dari Yordania, pada Minggu (25/5), Paus Francis akan mengunjungi Bethlehem di Tepi Barat dan memimpin Misa di Manger Square, dekat tempat di mana Yesus diyakini telah lahir.
Ia juga dijadwalkan pemimpin Orthodox Patriarch Bartolomeus untuk menandatangani deklarasi persahabatan.
Hari berikutnya (Senin, 26/5), Paus Francis akan mengunjungi masjid al-Aqsa di Jerussalem dan Dinding Barat.
Kunjungannya tersebut menandai 50 tahun pertemuan bersejarah di Jerussalem antara Paus Paul VI dan pimpinan gereja Orthodox Patriarch Athenagoras. Pertemuan tersebut mengakhir 900 tahun pemisahan dan pertentangan antara kristen Barat dna Timur.
Paus Francis sendiri menjadi pemimpin keempat Gereja Katolik Roma yang mengunjungi Yerusalem, setelah Paus Paulus VI, Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI.
[mel]
BERITA TERKAIT: