#RealMenDontBuyGirls Kembali Muncul Tunjukkan Simpati Penculikan Gadis di Nigeria

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 09 Mei 2014, 11:09 WIB
<i>#RealMenDontBuyGirls</i> Kembali Muncul Tunjukkan Simpati Penculikan Gadis di Nigeria
bbc
rmol news logo Aksi penculikan ratusan gadis belasan tahun di Nigeria oleh kelompok pemberontak Boko Haram menarik simpati masyarakat internasional.

Setelah sebelumnya muncul kampanye #BringBackOurGirls yang kerap disuarakan di sosial media oleh sejumlah tokoh di antaranya pejuang pendidikan Pakistan Malala Yousafzai, Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama, model Kim Kadarshian serta sejumlah tokoh dan aktivis lainnya yang didominasi oleh wanita, kini muncul kampanye baru yang disuarakan oleh sejumlah tokoh pria dengan hastag #RealMenDontBuyGirls.

Hastag #RealMenDontBuyGirls telah muncul ribuan kali di media sosial dalam beberapa hari terakhir untuk menyuarakan simpati dan protes atas penculikan lebih dari 200 gadis Nigeria yang hingga saat ini belum berhasil diselamatkan. Kampanye tersebut didukung oleh sejumlah selebriti Hollywood. Di antaranya adalah Sean Penn, Justin Timberlake, Ashton Kutcher, dan Jamie Foxx. Mereka mengambil foto diri dengan memegang kertas bertuliskan "Real Men Don't Buy".

#RealMenDontBuyGirls sebenarnya merupakan kampanye yang telah dimulai oleh selebriti Ashton Kutcher dan Demi Moore sejak tahun 2011 lalu untuk menentang perdagangan wanita dan anak-anak untuk dijadikan budak seks.

Namun kampanye tersebut muncul kembali saat ini untuk memprotes penculikan gadis di Nigeria yang terjadi sejak pertengahan bulan lalu.

Pasalnya diketahui bahwa tiga minggu setelah penculikan, pemimpin kelompok ekstrimis Islam Nigeria Boko Haram yakni Abubakar Shekau muncul dalam tayangan video dan mengaku bertanggungjawab atas penculikan. Ia menyebut bahwa para gadis tidak seharusnya sekolah. Karena itu pihaknya akan menjual para gadis untuk menikah.

Kembali munculnya kampanye #RealMenDontBuyGirls, seperti dilansir BBC, menunjukkan betapa kuatnya sentimen global terkait penculikan di Nigeria. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA