Hal tersebut tertuang dalam rancangan undang-undang (RUU) yang diperkirakan akan mulai diberlakukan minggu depan.
RUU tersebut menyebut bahwa setiap rumah boleh memiliki hingga enam tanaman ganja. Selain itu RUU juga memperbolehkan ganja dijual dan dikonsumsi di tempat yang sama dengan rokok.
Konsumsi ganja dan rokok diperbolehkan di sejumlah ruang publik, tapi tidak di tempat kerja. Selain itu, bila seseorang tertangkap mengemudi sambil mengkonsumsi ganja akan terkena hukuman sama dengan orang yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Seorang pejabat tinggi pemerintah, Diego Canepa menyebut bahwa per gram ganja akan diperkirakan akan dijual dengan harga 0.85 dolar AS dan 0.95 dolar AS.
"Menjelang akhir November atau awal Desember, penjualan ganja sudah akan tersedia di negara melalui apotek," kata Canepa (Jumat, 2/5).
Ia menjelaskan bahwa dalam waktu 15 hari ke depan, pemerintah akan memulai proses perizinan bagi perusahaan yang tertarik untuk melakukan pengembangan ganja.
Pemerintah Uruguay sendiri, seperti dilansir
CNN, memperikrakan bahwa permintaan ganja di negara tersebut antara 18 hingga 22 ton atau setara dengan sekitar 10 hektar perkebunan ganja.
Uruguay sendiri merupakan negara pertama di dunia yang melegalkan konsumsi ganja sejak tahun lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: