AS dan UE Kembali Siapkan Sanksi bagi Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 15 April 2014, 10:44 WIB
AS dan UE Kembali Siapkan Sanksi bagi Rusia
bbc
rmol news logo Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tengah bersiap memperluas pemberian sanksi terhadap Rusia menyusul krisis dan kerusuhan yang belum mereda di timur Ukraina.

AS dan UE masih bersikukuh menuding bahwa Rusia mengambil peranan penting dalam kerusuhan menuntut pembentukan referendum serupa seperti di Krimea yang terjadi sejak lebih dari sepekan terakhir di sejumlah wilayah di timur Ukraina.

Para pengunjuk rasa yang menyuarakan hal itu didominasi oleh penduduk Ukraina berbahasa Rusia. Mereka menduduki sejumlah gedung pemerintahan untuk menyuarakan tuntutannya.

Perluasan sanksi akan dilakukan oleh UE dengan menambah daftar petinggi Rusia yang akan dikenai larangan perjalanan, visa, ataupun pembekuan aset. Hal itu disampaikan oleh keterangan dari Kementerian Luar Negeri UE pada Senin (14/4).

Sementara itu Amerika Serikat, menurut keterangan Gedung Putih, telah mengeluarkan peringatan pada Rusia terkait keterlibatannya dalam krisis di timur Ukraina.

Pada Senin malam (14/4) Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali berbincang melalui sambungan telepon.

Dalam keterangan Gedung Putih disebutkan bahwa Obama menyatakan keprihatinannya atas dukungan Rusia pada pengunjuk rasa bersenjata yang menuntut separatisme di wilayah timur Ukraina. Obama mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya untuk membuat para pengunjuk rasa meninggalkan gedung-gedung pemerintahan.

Obama juga mengancam bahwa Rusia akan membayar lebih bila aksi separatisme masih bertahan di timur Ukraina.

Namun seperti dilansir BBC, Putin menyebut bahwa kerusuhan yang terjadi di timur Ukraina merupakan hasil dari ketidakmampuan pemimpin Ukraina yang baru untuk menampung kepentingan penduduk berbahasa Rusia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA