Hasil temuan komite itu menunjukkan adanya kegagalan agen intelijen dalam menjaga akurasi jumlah orang yang ditahan, di samping penggunaan metode interogasi yang kontroversial kepada mereka. Selama ini, CIA mengklaim bahwa sekitar 30 tahanan menjalani apa yang disebut teknik interogasi yang ditingkatkan.
Komite juga menemukan adanya upaya CIA yang berniat menghindari atau menyesatkan hampir semua mekanisme pengawasan di seluruh program, yang diluncurkan di bawah pemerintahan Bush pasca serangan 11 September 2001, yang dijalankan hingga 2006.
"CIA berulang kali memberikan informasi yang tidak akurat kepada Departemen Kehakiman, menghambat analisis hukum yang tepat dari program penahanan dan interogasi CIA," ujar Komite Intelijen Senat dalam sebuah pernyataan seperti dilansir laman
McClatchy, Sabtu (12/4).
Hasil temuan komite itu menunjukkan bahwa CIA menggunakan metode interogasi yang tidak disetujui oleh Departemen Kehakiman atau markas CIA. Kedua, CIA menghambat pengawasan dan pengambilan keputusan Gedung Putih tentang program. Ketiga, CIA secara aktif menghindari atau menghambat pengawasan kongres terhadap program, dan terakhir menghambat pengawasan program oleh Kantor Inspektur Jenderalnya sendiri.
Dengan adanya temuan komite ini, argumen utama CIA dan pemerintahan Bush dalam mempertahankan pendapat bahwa metode interogasi bukanlah merupakan penyiksaan, bisa dipatahkan.
Pasca peristiwa 9/11, pemerintahan Bush menjalankan program pencegahan aksi teroris selama empat tahun, yang diklaim CIA telah berhasil meengidentifikasi organisasi teroris al Qaeda dan menghindari adanya plot melawan AS.
Laporan CIA itu memiliki ketebalan 6.400 halaman dan merupakan puncak dari empat tahun penyelidikan terhadap program penahanan dan interogasi, yang memakan biaya sekitar 40 juta dolar AS.
[ian]
BERITA TERKAIT: