Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia melalui pernyataan di situs resminya pada Selasa (8/4).
"Kami menyerukan penghentian segera dari setiap persiapan militer, yang dapat menyebabkan perang sipil," kata pernyataan tersebut seperti dilansir
CNN.
Kementerian juga menyebut bahwa terdapat pakar organisasi militer Amerika Serikat yang menyamar sebagai tentara serta militan dari kelompok sayap kanan Ukraina untuk berjaga di wilayah perbatasan Ukraina timur di mana banyak terdapat penduduk berbahasa Rusia.
Diketahui bahwa pasca lengsernya Viktor Yanukovich dari kursi nomor satu di Ukraina Februari lalu yang disusul dengan referendum Krimea untuk memisahkan diri pada Maret, krisis di negara tersebut belum juga usai.
Baik Ukraina maupun Rusia sama-sama saling melemparkan tuduhan mengenai pengerahan pasukan yang berjaga di perbatasan kedua negara tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: