Dalam percakapan tersebut, Deshchytsia meminta Lavrov agar negaranya tidak menginvasi Ukraina.
"Saya mengekspresikan perhatian saya mengenai situasi ini," kata Deshchytsia kepada
CNN.
Selain itu, Deshchytsia juga menyebut bahwa dirinya memperingatkan Rusia melalui Lavrov untuk tidak menggunakan kekuatan militer apapun di Ukraina Timur. Pasalnya, Ukraina telah memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk melindungi warganya yang berbahasa Rusia.
"Kami berdua sepakat bahwa kami harus mengerahkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengurangi (ketegangan) situasi," lanjutnya.
Menurut Deshchytsia, dalam percakapan telepon Lavrov menyebut bahwa Rusia telah menarik sebagian pasukannya dari perbatasan kedua negara.
Namun, masih kata Deshchytsia, berdasarkan data dari intelejen Ukraina, Rusia bukan menarik pasukannya, namun justru menggantinya dengan pasukan yang lebih dinamis dan modern di dekat perbatasan Ukraina Utara.
"Jalan terbaik adalah untuk menjaga dialog," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: