Menurut seorang dokter ahli bedah plastik, Marc Pacifico, dari British Association of Aesthetic Plastic Surgeons, hasil gambar ponsel yang lebih baik telah menciptakan harapan yang tidak realistis.
Pacifico mengatakan bahwa fenomena
selfie ini juga telah menyebabkan kenaikan permintaan operasi plastik agar si pasien lebih percaya diri memperlihatkan foto selfienya di media sosial.
Hal ini lantaran orang-orang merasa terus menerus berada di bawah tekanan untuk menjadi sempurna, dengan membandingkan dirinya dengan foto orang lain.
Sementara itu, seorang konsultan di Royal Free Hospital di London Nilesh Sojitra, menyebut bahwa fenomena ini adalah tren yang mengkhawatirkan, demikian dilansir
Mirror.co.uk.
[ald]
BERITA TERKAIT: