"Saya terus ikuti laporan Menlu (Marty Natalegawa) tentang hilangnya 7 WNI di pesawat MAS 777-200 ke Beijing. Indonesia siap kerjasama dalam misi pencarian," ujarnya dalam twitter pribadinya,
@SBYudhoyono, Senin (10/3).
Pemerintah menyampaikan atensi mendalam pada keluarga korban. "Tetap sabar dan berdoa, kita lakukan upaya terbaik untuk dapat kejelasan," ungkap SBY.
Kepala Negara ini juga berharap, semoga momentum ini bisa digunakan untuk kedepankan persamaan, perdamaian dan kerjasama di kawasan Cina Selatan untuk misi kemanusiaan.
Kemarin Pemerintah Indonesia telah mengirim lima Kapal Republik Indonesia (KRI) dan satu pesawat intai maritim guna mendukung pencarian dan pertolongan terhadap hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.
Pesawat maskapai Malaysia Airlines hilang kontak setelah terbang dari Kuala Lumpur pada pukul 00.40 (Sabtu, 8/3). Kontak hilang diperkirakan pada pukul 02.40 waktu setempat, atau dua jam setelah lepas landas. Pesawat B777-200 yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China ini awalnya diperkirakan akan tiba pukul 06.30.
Para penumpang pesawat itu terdiri 152 warga China, 38 warga Malaysia, tujuh Indonesia, lima India, tujuh Australia, tiga Prancis, tiga Amerika Serikat, dua New Zealand, dua Ukraina, dua Kanada, satu Rusia, satu Italia, satu Taiwan satu Belanda dan satu Austria.
Berikut nama dan usia tujuh penumpang asal Indonesia: Firman Siregar (pria/25 tahun), Ferry Indra Suadaya (pria/42), Herry Indra Suadaya (pria/35), Sugianto (pria/47), Indra Suria Tanurisam (pria/57), Chynthya Tio Vinny (wanita/47), dan Willy Surijanto Wang (pria/53).
[rus]
BERITA TERKAIT: