Menurut dia, cara menyembelih halal (istilah Islam) atau kosher (istilah Yahudi) justru menyebabkan penderitaan yang seharusnya tidak perlu dirasakan oleh hewan. Baik Islam ataupun Yahudi memiliki praktik penyembelihan hewan serupa, yakni dengan cara memotong leher hewan.
Blackwell menyebut bahwa sebelum disembelih, seharusnya dilakukan stunning atau penembakan bius hingga pingsan kepada hewan. Beberapa di antara hewan tersebut akan sadar hingga dua menit sebelum tewas.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah memberlakukan larangan penyembelihan hewan dengan tradisi Islam dan Yahudi. Menteri Pangan Denmark Dan Jorgensen menekankan, hak-hak hewan telah terlebih dahulu datang sebelum agama. Sikap Denmark tersebut, menurut Blackwell patut diikuti oleh Inggris.
"Pandangan kami selalu bahwa hewan harus dibius. Mereka seharusnya tidak merasa sakit ketika kematian," katanya dalam program Today Radio 4 seperti dilansir
Daily Mail.
"Kami mencari titik pertemuan untuk meninjau kembali dasar bukti jelas yang menunjukkan bahwa penyembelihan hewan tanpa pembiusan membahayakan kesejahteraan. Bila itu tidak terjadi, kemudian saya akan memberikan label pada titik penjual yang memberikan informasi pilihan kepada konsumen. Bila itu tidak mungkin, kami akan mengupayakan larangan untuk membunuh tanpa stunning," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: