Unjuk rasa digelar di kota Novocherkassk, Bryansk, dan Belgorod. Para pengunjuk rasa mengusung slogan "Kami tidak meninggalkan orang-orang kami".
Di kota Novocherkassk, salah satu pusat perindustrian terbesar di wilayah Rostov Rusia, sekitar 7.500 orang berkumpul dan menggelar unjuk rasa dengan mengenakan pita berwarna hitam-orange, simbol dari kemenangan Rusia (Uni Soviet) di Perang Dunia II.
Para pengunjuk rasa membawa serta bendera Rusia dan sejumlah tulisan yang menunjukkan simpati serta dukungan, seperti "Tidak untuk ekstrimis", "Damai bagi Ukraina", dan "Rusia dan Ukraina: akar yang sama, kepercayaan yang sama".
Sementara itu unjuk rasa di kota Bryansk yang merupakan pusat baja dan manufaktur diikuti sekitar lima ribu orang.
Pengunjuk rasa di kota tersebut datang dari berbagai kalangan, di antaranya adalah veteran Perang Dunia II, aktivis organisasi publik, pelajar, serta guru.
Aksi tersebut digelar untuk menujukkan rasa simpati warga Rusia terhadap warga Ukraina.
"Saya simpati dengan warga Ukraina, khususnya dengan penduduk Krimea dan Sevastopol," kata penduduk Bryansky yang ikut dalam unjuk rasa, Vitaly Volvich.
"Dengan demonstrasi ini, kami memberikan harapan bagi seluruh penduduk Krimea bahwa Rusia tidak meninggalkan mereka. Kami siap untuk membantu mereka," kata mantan perwira yang pernah bertugas di Ukraina, Igor Dorokhov.
Sedangkan di kota Belgorod, unjuk rasa digelar oleh sekitar lima ribu orang.
Deputi Kepala Ruang Publik di Belgorod yang juga ikut dalam barisan pengunjuk rasa, Viktor Ovchinnikov menyebut bahwa masa depan Ukraina harus ditentukan oleh warga negaranya sendiri, bukan oleh separatisme radikal.
"Sekarang sangat penting untuk membiarkan Ukraina membuat keputusannya sendiri," katanya.
Belgorod merupakan wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan kota Kharkov, Ukraina. Pada Perang Dunia II, para warga negaranya berjuang bersama melawan invasi Nazi di bawah bendera Uni Soviet.
"Veteran baik dari Belgorod dan Kharkov memiliki tradisi yang panjang," kata salah seorang veteran yang ikut dalam aksi unjuk rasa.
"Kita tidak seharusnya meninggalkan mereka (warga Kharkov) dalam masalah," ujarnya seperti dilansir
Russia Today.
[zul]
BERITA TERKAIT: