
Parlemen Turki akhirnya menyetujui UU peningkatan kontrol pemerintah atas pengangkatan hakim dan jaksa pada hari Sabtu (15/2), setelah melalui perdebatan sengit dan sempat diwarnai dengan perkelahian yang mengakibatkan seorang anggota parlemen oposisi dirawat di rumah sakit.
Ketegangan selama lebih dari 20 jam terjadi dalam pengesahan RUU tersebut. Perdebatan yang menjurus pada penghinaan saling bersautan dalam ruang sidang. Pertempuran untuk menguasai Dewan Tinggi Hakim dan Jaksa ( HSYK ) menjadi inti perseteruan antara pendukung Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan kelompok oposisi.
Sesekali, kelompok oposisi berteriak bahwa Erdogan akan menjadi diktator dengan memaksakan UU tersebut. Partai-partai oposisi berkeyakinan RUU HSYK ini ditujukan untuk meredam penyelidikan korupsi yang diluncurkan pada tanggal 17 Desember di mana puluhan orang pebisnis terkemuka, anak-anak tiga menteri kabinet, dan pejabat negara telah diinterogasi. Demikian seperti dikutip
BBC (Sabtu, 15/2).
Teriakan kelompok oposisi tersebut kemudian menyebabkan perkelahian yang mengakibatkan anggota parlemen oposisi Ali Ihsan Kokturk mengalami patah hidung. Ada juga anggota parlemen yang dikabarkan mengalami patah tulang jari. Semua korban perkelahian segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Khusus untuk Kokturk, ia harus menjalani rawat inap.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: