"Kita semua seharusnya bekerja untuk mengakhiri kekerasan dan membawa solusi politik untuk mengakhiri tragedi ini yang mempermalukan kelompok Sunni maupun Syiah," kata Zarif di Doha, Qatar ketika diwawancarai Al Jazeera pada Selasa (3/11). Kunjungannya ke Qatar merupakan bagian dari tur Zarif ke negara-negara Teluk Arab.
Selain itu, ia juga meminta negara-negara Teluk Arab untuk memulihkan nama baik Islam dengan membangun stabilitas regional.
"Ini mempermalukan dunia Islam. Ini mempermalukan kawasan kita. Kita harus merealisasikan bahwa perpecahan tidak akan membantu kita memecahkan masalah," jelasnya.
Selain melakukan upaya mempersatukan negara-negara di kawasan Teluk Arab, kunjungan Zarif juga ditujukkan untuk menjelaskan mengenai kesepakatan yang baru dibuat Iran dengan negara-negara superpower, yakni Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina ditambah dengan Jerman pada 24 November lalu di Swiss.
Zarif menyebut bahwa perjanjian yang dibuat merupakan bentuk dari kepentingan terbaik Iran.
Namun menanggapi kesepakatan Iran tersebut, Saudi bersikap hati-hati dan menyebut bahwa kesepakatan dapat menandai langkah awal menuju solusi komprehensif terkait program nuklir Iran.
Zarif menyebut bahwa dirinya siap mengunjungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk menjelaskan kesepakatan tersebut. "Saya siap untuk pergi ke Arab Saudi, tapi itu hanya masalah pengaturan waktu. Saya akan segera mengunjungi Saudi, insya Allah," tandas Zarif.
[zul]
BERITA TERKAIT: