Demikian disampaikan Gedung Putih secara resmi pada Kamis pagi (17/10) waktu setempat sebagaimana dilansir dari
CNN.
Penandatanganan RUU tersebut sekaligus mengakhiri pertempuran politik di Washington yang menyebabkan terjadinya shutdown atau pemblokiran anggaran pemerintah AS yang telah berlangsung selama 16 hari. Namun demikian, RUU tersebut juga turut meningkatkan platfon hutang Amerika Serikat.
Dalam voting yang digelar Rabu (16/10) malam waktu setempat, parlemen AS menyepakati proposal angaran yang diajukan Partai Demokrat dengan 285 suara setuju dan 144 suara menolak. Suara penolakan berasal dari Partai Repbulik.
Pemungutan suara di tingkat legislatif tersebut terjadi setelah melalui mekanisme pemungutan suara di Senat yang dilakukan sebelumnya. Di tingkat Senat, sebanyak 81 anggota Senat mendukung RUU tersebut, sedangkan 18 lainnya menolak.
Akan tetapi, RUU tidak membahas masalah isu-isu kontroversial dan rumit seperti program hak untuk reformasi pajak yang menurut beberapa pengamat Amerika Serikat akan berpotensi memecah belah kembali Demokrat dan Republik.
Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Pemerintah, Sylvia Mathews Burwell mengatakan bahwa para pegawai pemerintahan berharap dapat segera bekerja kembali pada Kamis pagi dengan berakhirnya shutdown. Ia kemudian mengimbau agar para karyawan memeriksa situs resmi Kantor Manajemen Personalia untuk kabar terbaru.
Shutdown terjadi setelah Senat menolak tuntutan parlemen untuk tidak mendanai atau menunda pelaksanaan UU Asuransi Kesehatan yang digagas Presiden Obama atau Obamacare, yang merupakan bagian dari RUU Anggaran. Presiden Obama sejak awal menolak merundingkan perubahan dalam UU Asuransi Kesehatan sebelum layanan pemerintah dibuka kembali.
[wid]
BERITA TERKAIT: