Begitu diumumkan Kanselir Inggris, George Osborne saat hari terakhir kunjunganya di China terkait masalah perdagangan, Kamis (17/10).
"Hari ini adalah demonstrasi lain dari langkah besar berikutnya dalam hubungan antara Inggris dan China, tenaga nuklir sipil tertua di dunia dan tenaga nuklir sipil dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Osborne seperti dilansir dari
BBC.
Kesepakatan dengan China pertama akan digelar pada awal minggu depan dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai pembangunan pabrik baru yang diperkirakan menelan biaya sebesar 14 miliar Poundsterling untuk proyek Hinkley C di Inggris.
Proyek Hinkley C di Somerset akan menjadi stasiun tenaga nuklir baru yang pertama dibangun di Inggris sejak tahun 1995. Pembangunannya akan dipimpin oleh perusahaan raksasa yang dikendalikan oleh Prancis, yakni EDF. EDF telah melakukan negosiasi dengan tiga perusahaan raksasa nuklir China untuk mendukung proyek Hinkley C, juga proyek pembangkit tenaga nuklir lainnya seperti CGN, CNNC dan SNPTC. Selain itu, nota kesepahaman juga memuat peran perusahaan Inggris dalam pembangunan program nuklir China.
China saat ini memiliki 17 reaktor nuklir yang beroperasi dan menyediakan sekitar 1 persen dari kapasitas produksi listrik dalam negeri. Melalui nota kesepahaman tersebut, kemungkinan 30% kepemilikan saham Hinkley C akan dimiliki oleh China. Angka tersebut berpotensi meningkat di masa depan.
Sebelumnya pemerintah Inggris telah menghimbau warganya bahwa selama beberapa tahun ke depan negaranya akan mengalami resiko kekurangan listrik.
The Royal Academy of Engineering mengatakan, hal tersebut terjadi karena adanya penutupan pembangkit listrik tua dan lambatnya kemajuan dalam membangun pembangkit listrik baru.
[wid]
BERITA TERKAIT: