Korban tewas kebanyakan ditemukan di dalam reruntuhan rumah atau terkubur di dalam longsor. Ada juga dua korban tewas yang ditemukan di dekat sungai.
"Ini adalah topan terkuat dalam 10 tahun yang melintasi wilayah Kanto (daerah bencana tersebut)," kata Kepala Badan Meteorologi Jepang, Hiroyuki Uchida kepada wartawan seperti dikutip dari
BBC.
Badai yang terjadi membawa serta angin topan besar pada Rabu pagi (16/10) ke pulau Izu Oshima yang terletak sekitar 120km (75 mil) bagian selatan Tokyo.
Otoritas setempat menyatakan bahwa 13 mayat telah ditemukan dan lebih dari 50 orang lainnya masih tengah dalam pencarian. "Kami tidak tahu seberapa buruk tingkat kerusakan bisa terjadi," kata pejabat kota Hinani Uematsu.
Korban tewas bertambah satu setelah seorang wanita meninggal karena jatuh di sebuah sungai ketika pencarian korban tengah berlangsung. Dengan demikian korban tewas berjumlah 14 orang.
Akibat topan tersebut, sekitar 400 jadwal penerbangan dibatalkan. Jadwal kereta juga dihentikan sementara, dan sekolah-seklah ditutup. Hampir 20.000 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi guna menghindari bencana susulan. Media setempat menggambarkan topan yang terjadi telah membuat lumpur dan puing-puing berserakan di sekitar rumah.
Topan Wipha diperkirakan bergerak ke arah utara-timur dan melemahkan wilayah tersebut sepanjang hari.
Izu Oshima merupakan pulau yang populer bagi para turis dan memiliki lebih dari 8.000 warga.
[zul]
BERITA TERKAIT: