Seperti dilansir dari
Aljazeera, Kamis (15/8) Menteri Luar Negeri Amerika, John F Kerry, mengatakan bahwa kejadian berdarah itu merupakan ancaman serius bagi usaha rekonsiliasi pemerintah militer sementara dengan masyarakat yang mendukung Morsi.
"Ini adalah momen yang menentukan bagi seluruh warga Mesir. Kekerasan bisa membawa bencana politik dan ekonomi yang lebih besar lagi" ujar John Kerry.
Turki juga mengecam kekerasan berdarah yang terjadi di Mesir. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan jika kerusuhan itu bisa jadi ancaman serius bagi kembalinya demokrasi.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon juga menyayangkan atas penggunaan senjata di sana. Senada dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameroon. Menurut David, kekerasan tidak akan memberikan solusi apa-apa bagi rakyat Mesir.
Pemerintah Mesir juga sudah meminta pihak keamanan untuk menahan diri agar tidak terlibat bentrok lebih lanjut dengan demonstran
.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: