"Saya akan menemuinya untuk mengucapkan selamat kepadanya dan mendoakan ia sukses memimpin Mali," kata Cisse kepada
AFP, Selasa (13/8).
Sumber di Komisi Pemilihan Umum menyatakan Keita unggul dari Cisse setelah dua pertiga suara pemilihan. Keita yang sebelumnya menjabat Perdana Menteri Mali dan lebih dikenal dengan panggilan IBK menghadapi mantan Menteri Keuangan Cisse dalam pemilu putaran kedua.
"Dengan hampir dua pertiga surat suara dihitung, IBK unggul," kata sumber itu.
Perkiraan tidak resmi yang diperoleh AFP dan sumber-sumber keamanan juga menunjukkan Keita, 68 tahun, unggul.
Uni Eropa menyambut baik terpilihnya Cisse. Di Brussels, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan hasil Pilpres Mali dapat dipercaya dan sudah berlangsung transparan. Dia mendesak kandidat dan partai politik menyetujui hasil pemilu dan mendukung pemerintah mendatang dalam usahanya untuk mewujudkan pembangunan dan perdamaian yang kekal di Mali.
Keita dan Cisse, 63 tahun kalah dalam pemilu tahun 2002 dari Amadou Toumani Toure, yang digulingkan junta militer Maret tahun lalu hanya beberapa pekan sebelum masa jabatannya berakhir. Negara berpenduduk lebih dari 14 juta jiwa itu adalah produser emas terbesar ketiga Afrika.
[dem]
BERITA TERKAIT: