Sumber UNAMID mengatakan, ini merupakan penyerangan terburuk yang pernah terjadi dalam lima tahun mereka beroperasi. Serangan yang terjadi di dekat pangkalan pasukan penjaga perdamaian di Manawashi, Darfur Selatan, menambah memburuknya keamanan di kawasan barat jauh-Sudan.
"Tujuh penjaga perdamaian tewas dan 17 lainnya luka-luka," kata Jurubicara UNAMID, Christopher Cycmanick, sebagaimana dikutip
AFP (Minggu, 14/7).
"Pasukan UNAMID diserang dengan senjata api oleh kelompok tak dikenal yang membawa banyak massa. Menyusul baku tembak yang cukup lama," lanjut Cycmanick.
Serangan yang dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat juga melukai dua polisi wanita.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, segera mengecam penyerangan mematikan ini.
"Ban sangat marah atas serangan mematikan yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian di Darfur yang terjadi pagi ini," kata Jurubicara PBB, Martin Nesirky.
Ban juga mengirim duka cita yang mendalamnya kepada keluarga korban tewas yang diketahui sebagai warga negara Tanzania.
"Sekjen mengutuk serangan keji ini terhadap pasukan UNAMID, dan
mengharapkan pemerintah Sudan segera mengambil tindakan cepat untuk
membawa para pelaku ke pengadilan," ucap Martin.
[wid]
BERITA TERKAIT: