Ngeri, Udara di Beijing Bahaya Dihirup

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 13 Januari 2013, 20:51 WIB
<i>Ngeri,</i> Udara di Beijing Bahaya Dihirup
kondisi beijing/bbc
rmol news logo . Berdasarkan alat pengukur polusi baik yang dipasang secara resmi oleh pemerintah maupun milik pihak lain menunjukkan bahwa tingkat polusi udara di Ibukota China, Beijing, sudah mencapai titik membahayakan bagi kesehatan manusia, .

Dalam hasil pengukuran polusi yang dilakukan pada Sabtu (12/1), menunjukkan bahwa tingkat polusi di China telah melewati titik bahaya standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Diberitakan BBC (Minggu, 13/1), kabut tebal akibat asap polusi telah menutupi langit Beijing selama berhari-hari, dan pada Sabtu kemarin pandangan nyaris sepenuhnya terhadang hingga tersisa sekitar beberapa ratus meter saja karena pekatnya.

Menurut acuan WHO angka rata-rata konsentrasi partikel polusi terkecil, yang secara ilmiah disebut PM2.5, tidak boleh melebihi ambang 25 mikrogram per kubik meter agar udara tetap dapat dinyatakan aman untuk manusia.

Udara sudah dinyatakan berbahaya dihirup bila angkanya melebihi 100 mikrogram. Kalau angka tersebut mencapai 300, semua kanak-kanak dan lansia diwajibkan berdiam di dalam rumah.

Sementara dalam pengukuran pada Sabtu lalu, level polusi Beijing sudah diatas 400. Dengan demikian, sekali terhirup partikel super kecil itu, maka dapat mengakibatkan infeksi saluran nafas ditambah meningkatkan risiko kematian akibat kanker paru dan serangan jantung.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA