Pemerintah Pantai Gading mengumumkan tiga hari berÂkaÂbung menyusul tewasnya 60 orang pada malam Tahun Baru lalu. Puluhan orang tewas terÂinjak-injak saat ratusan orang berÂdesakan usai menyaksikan keÂmÂbang api.
“Presiden Republik Pantai GaÂding menyampaikan belasungÂkaÂwanya pada keluarga dan keÂrabat korban. Dia mendesak seÂcepatnya dilakukan penyÂeÂliÂdiÂkan,†pernyaÂtaan kantor Presiden AlasÂsane Ouattara Selasa (1/1).
Insiden ini terjadi sekitar pukul 01.00 usai atraksi kembang api tahun baru pada Selasa di AbiÂdjan, sebelah barat Pantai GaÂding. Kementerian Dalam Negeri mengatakan, kekacauan terjadi saat ratusan orang yang hendak pulang memadati jalan sempit di Plateau, pusat bisnis Abidjan.
Korban tewas terdiri dari 26 anak-anak usia 8-15 tahun, 28 waÂnita dan enam pria. Para korÂban menemui ajal karena terinjak atau kehabisan nafas di tengah kerumunan orang. Sebanyak 49 orang terluka, di antaranya kriÂtis. Tim penyelamat baru daÂtang dua jam kemudian.
Menurut saksi mata, ribuan orang tumpah ruah di jalan-jalan sempit Abidjan untuk merayakan malam tahun baru. Sebanyak 5.000 pasukan keamanan dikeÂrahkan. Namun, mereka tidak berdaya mengatur banyaknya manusia.
Outtara telah mengunjungi lokasi kejadian dan meÂmeÂrinÂtahkan petugas untuk merawat mereka yang terluka.
Selain itu, upacara tradisional penyampaian pesan Tahun Baru kepada presiden yang dijadÂwalÂkan pada Kamis dan Jumat di IsÂtana Presidenan juga ditunda hingga waktu yang belum ditenÂtuÂkan. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: