Asyik juga mendengar cerita delegasi Komisi I DPR di PaÂlesÂtina. Rombongan yang berjumlah tujuh orang itu dipimpin Ketua Komisi I DPR Machfudz Siddiq didampingi Agus Gumiwang KarÂtasasmita, Effendy Choirie, Yorris Raweyai, Mutia Hafidz, Muhammad Nadjib, Yahya SaÂcaÂwirya dan Mustafa Kamal.
Setiba di Gaza, delegasi DPR plus LSM itu diterima Pimpinan PLC (Palestine Legislative CounÂcil atau DPR Palestina) minus ketuanya (Ketua PLC-red) kaÂreÂna gugur di Palestina akibat diÂbom Israel. Mereka menceÂriÂtaÂkan, 13 anggota PLC diÂtangÂÂkap dan kini ditahan tentara Israel.
Ada satu peristiwa menarik yang diceritakan anggota Tim Komisi I DPR Effendy Choirie selama perjalanan ke Gaza. KaÂta dia, saat makan siang, romÂbongan disuguhi makanan ala pondok peÂsantren Palestina. Yakni, nasi keÂbuli dan nasi kuÂning yang ditaÂruh di atas namÂpan bersama dua ekor ayam glondongan. Yang luÂcu, menu maÂkanan tersebut diÂsuÂguhkan untuk masing-masing dua orang dan harus dihabiskan.
Selama di sana, rombongan deÂleÂgasi diterima PM Palestina dari Hamas, Ismail Haniyah, tetapi kaÂrena kantornya hancur lebur akiÂbat dibom Israel, maka romÂbongan diterima di kediamannya.
Lalu, rombongan istirahat di Hotel Komodo Agazza. Hotelnya kosong, tidak ada penghuninya, dan airnya terasa asin. Tapi seÂmua anggota rombongan bisa meÂmakÂlumi keadaan itu, karena dalam kondisi perang. Esok haÂrinya, rombongan meÂngunÂjungi rumah dan kantor PangÂÂlima SaÂyap Militer Hamas Ahmed Jabari.
Sebagaimana diketahui, kanÂtor militer Hamas hancur dan rata dengan tanah. Jabari juga guÂgur bersama keluarganya di deÂpan rumahnya karena dibom tenÂtara Israel.
“Jadi, malam itu kami hanya mampir ke rumah adiknya PangÂliÂma Jabari yang sedang tahlilan. Rombongan ikut berdoa sebentar setelah itu melanjutkan perÂjaÂlanan,’’ kata Effendy.
Gus Choi, sapaan Effendy ChoiÂrie, menuturkan, setelah romboÂngan beristirahat di hotel, dia bersama Yorris RaÂweyai keluar untuk jalan-jalan sambil menikÂmati kehidupan malam di Gaza.
Jalanan sepi dan suasananya mencekam. Jumlah kendaraan yang lewat bisa dihitung dengan jari. Lampu jalan juga remang-remang. Saat mengunjungi daeÂrah perÂtokoan, sepintas dari deÂpan, tamÂpak toko-toko kecil yang menÂjual mainan anak-anak dan barang dagangan lainnya. Di daÂlamÂnya, banyak kafe sebagai tempat nongÂkrong masyarakat sekitar. Cuma ya tidak serame kafe di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.
Ada kejadian kecil yang tak terÂlupakan. Yakni, saat datang ke sebuah kafe, Yorris yang meÂmaÂkai kaos bergambar/bertuliskan Hamas sempat ditanyai para peÂngunjung kafe. Pertanyaannya sepele, apakah dia pendukung HaÂmas? Yorris menÂjaÂwab, bahwa dia anggota parlÂeÂmen dari IndoÂnesia yang sedang berkunjung ke Palestina. Dia menÂduÂkung PalesÂtina secara keÂseluÂruÂhan. MenÂdengar jawaÂban itu, mereka haÂnya senyum-seÂnyum.
‘’Ternyata orang yang nongÂkrong di situ kebanyakan dari kelompok pendukung Fatah. MaÂkanya mereka senyum-senyum dengar jawaban Yorris,’’ kata Effendy Choirie. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: