Ngopi Di Kafe Tongkrongan Fatah Pakai Kaos Hamas

Anggota DPR Sowan Ke Palestina (2)

Sabtu, 15 Desember 2012, 09:35 WIB
Ngopi Di Kafe Tongkrongan Fatah Pakai Kaos Hamas
Pa­les­tina

rmol news logo Asyik juga mendengar cerita delegasi Komisi I DPR di Pa­les­tina. Rombongan yang berjumlah tujuh orang itu dipimpin Ketua Komisi I DPR Machfudz Siddiq didampingi Agus Gumiwang Kar­tasasmita, Effendy Choirie, Yorris Raweyai, Mutia Hafidz, Muhammad Nadjib, Yahya Sa­ca­wirya dan Mustafa Kamal.

Setiba di Gaza, delegasi DPR plus LSM itu diterima Pimpinan PLC (Palestine Legislative Coun­cil atau DPR Palestina) minus ketuanya (Ketua PLC-red) ka­re­na gugur di Palestina akibat di­bom Israel. Mereka mence­ri­ta­kan, 13 anggota PLC di­tang­­kap dan kini ditahan tentara Israel.

Ada satu peristiwa menarik yang diceritakan anggota Tim Komisi I DPR Effendy Choirie selama perjalanan ke Gaza. Ka­ta dia, saat makan siang, rom­bongan disuguhi makanan ala pondok pe­santren Palestina. Yakni, nasi ke­buli dan nasi ku­ning yang dita­ruh di atas nam­pan bersama dua ekor ayam glondongan. Yang lu­cu, menu ma­kanan tersebut di­su­guhkan untuk masing-masing dua orang dan harus dihabiskan.

Selama di sana, rombongan de­le­gasi diterima PM Palestina dari Hamas, Ismail Haniyah, tetapi ka­rena kantornya hancur lebur aki­bat dibom Israel, maka rom­bongan diterima di kediamannya.

Lalu, rombongan istirahat di Hotel Komodo Agazza. Hotelnya kosong, tidak ada penghuninya, dan airnya terasa asin. Tapi se­mua anggota rombongan bisa me­mak­lumi keadaan itu, karena dalam kondisi perang. Esok ha­rinya, rombongan me­ngun­jungi rumah dan kantor Pang­­lima Sa­yap Militer Hamas Ahmed Jabari.

Sebagaimana diketahui, kan­tor militer Hamas hancur dan rata dengan tanah. Jabari juga gu­gur bersama keluarganya di de­pan rumahnya karena dibom ten­tara Israel.

“Jadi, malam itu kami hanya mampir ke rumah adiknya Pang­li­ma  Jabari yang sedang tahlilan. Rombongan ikut berdoa sebentar setelah itu melanjutkan per­ja­lanan,’’ kata Effendy.

Gus Choi, sapaan Effendy Choi­rie, menuturkan, setelah rombo­ngan beristirahat di hotel, dia bersama Yorris Ra­weyai keluar untuk jalan-jalan sambil menik­mati kehidupan malam di Gaza.

Jalanan sepi dan suasananya mencekam. Jumlah kendaraan yang lewat bisa dihitung dengan jari. Lampu jalan juga remang-remang. Saat mengunjungi dae­rah per­tokoan, sepintas dari de­pan, tam­pak toko-toko kecil yang men­jual mainan anak-anak dan barang dagangan lainnya. Di da­lam­nya, banyak kafe sebagai tempat nong­krong masyarakat sekitar. Cuma ya tidak serame kafe di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

Ada kejadian kecil yang tak ter­lupakan. Yakni, saat datang ke sebuah kafe, Yorris yang me­ma­kai kaos bergambar/bertuliskan Hamas sempat ditanyai para pe­ngunjung kafe. Pertanyaannya sepele, apakah dia pendukung Ha­mas? Yorris men­ja­wab, bahwa dia anggota parl­e­men dari Indo­nesia yang sedang berkunjung ke Palestina. Dia men­du­kung Pales­tina secara ke­selu­ru­han. Men­dengar jawa­ban itu, mereka ha­nya senyum-se­nyum.

‘’Ternyata orang yang nong­krong di situ kebanyakan dari kelompok pendukung Fatah. Ma­kanya mereka senyum-senyum dengar jawaban Yorris,’’ kata Effendy Choirie. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA