
Sejumlah pemimpin oposisi Mesir tetap menolak berdialog dengan Presiden Mohamed Mursi, meski Mursi telah menyatakan kesediaannya untuk menunda referendum UUD yang rencananya digelar 15 Desember mendatang.
Ini karena pemerintah Mesir memaksa pihak oposisi untuk menerima dialog itu tanpa prasyarat apapun.
Disampaikan Pemimpin Front Keselamatan Nasional, Mohamed el Baradei, dialog yang diusulkan Mursi ini tidak akan berupa dialog sebenarnya.
"Saya menyerukan kepada seluruh kekuatan nasional untuk tidak mengikuti dialog seperti ini yang tidak mempunyai rincian seperti dialog nyata. Kita siap mengikuti dialog yang tidak dilandasi kebijakan yang dikekang," kata Mohamed el Baradei seperti dikutip
BBC (Sabtu, 8/12).
Selain itu, pihak oposisi juga menuntut Presiden Mohamed Mursi untuk mencabut dekrit yang memberikan kewenangan tidak terbatas kepada presiden. Pasalnya dekrit presiden yang diterbitkan pada bulan lalu itu menyebutkan bahwa keputusan presiden tidak bisa dicabut oleh lembaga apapun, termasuk peradilan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: